Motivator

Setiap orang pasti punya motivator. Bukan seorang seperti Pak Mario Teguh yang saya maksud, hehe. Tapi motivator bisa berarti seseorang atau sesuatu yang memotivasi kita untuk melakukan sesuatu. Saya pun punya motivator.

Setiap saya merasa malas, tidak ada mood belajar, dan hal-hal buruk lainnya, saya selalu teringat satu sosok yang membuat saya bisa bangkit lagi. Sosok yang sudah mulai menua, bekerja dengan sisa-sisa tenaga dari pagi hingga malam tanpa mengeluh, tanpa kenal lelah, semua dilakukan demi menghidupi keluarganya. Sosok yang selalu bersyukur dengan apa yang sudah ia punya dan tidak pernah ambisius berlebihan untuk sesuatu yang tidak ia punya. Sosok yang selalu merasa cukup dalam kekurangan dan merasa lebih dalam kecukupan. Sosok yang berorientasi untuk selalu bisa membahagiakan siapa saja, khususnya keluarganya.

Ya, siapa yang tidak malu melihat sosok tua itu bekerja setiap hari dengan peluh menetes di sekujur tubuhnya, sedangkan saya sering malas untuk belajar? Padahal pekerjaan saya tidak lebih sulit dibandingkan orang lain. Sosok tua itu adalah suami ibuku. Tua memang (usianya) tapi semangat dan jiwanya selalu muda…

“Pak, tanpa Bapak bicara pun, aku tahu bahwa dirimu menyayangi kami semua, keluargamu…”

Tuhan, Kau tahu janji-janjiku untuk mereka, maka berikanlah aku kesempatan untuk berbakti hingga aku yang mati.

Advertisements

2 thoughts on “Motivator

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s