Do You Think I Care?!

Berkomentar.

Kayaknya banyak orang yang suka melakukan kegiatan ini. Penting atau tidak penting, menyakitkan atau tidak, orang yang sudah terbiasa berkomentar atas apapun tidak akan peduli. Padahal, tidak selamanya komentar yang diberikan baik untuk dia dan orang yang dia komentari, ‘kan? Malah yang saya sering temui yaitu orang yang berkomentar hanya untuk menjatuhkan temannya sendiri. Ya, teman. Banyak juga yang hobi komentar padahal tidak diminta. Grrr. Sesungguhnya diam itu emas.

Saya pribadi sadarnya bukan orang yang seperti itu. Si A potong rambut terus komentar : “Lo potong rambut ya? Kok jelek gitu sih? Ih, kayak alay deh…”. Bzzz.

Atau ada juga kasus begini :

“Ya ampun baju lo gini banget modelnya, ga cocok kali. Lo kan tomboy.” atau

“Cieee parfum baru. Pasti belinya di emperan Blok-M kan? Wanginya kayak jablay gitu.”

Pengen banget ditonjok sampe ringsek tuh orang kayak gitu! Grrr. So what kalo potongan rambut kita ga cocok sama selera dia? Emang lu suami gue??? So what kalo baju kita gak bagus di mata dia? Lo pikir lo Tuhan???

Bener-bener gak habis pikir sama orang yang kayak gitu. Masuk kuping kanan keluar kuping kiri aja deh. Kalo dipusingin cuma bikin sakit hati. Lagian ngapain sibuk harus tampil baik di depan orang lain, di depan manusia? Toh kita sama-sama ciptaan Sang Khalik ‘kan? Ga usah dibawa ribet sih, saran saya. Tapi teteup annoying banget. Jadi yaaa, cengar-cengir aja tanggapan saya.

Berikut tips-tips tentang tata cara saya berkomentar ke orang lain :

1. Sampaikan dengan bahasa yang sopan dan intonasi rendah supaya gak terlihat membentak/menyentak.

2. Lihat situasi dan kondisi. Think twice (or more) before commenting.

3. Lebih baik tidak berkomentar apabila tidak diminta oleh orang yang ingin dikomentari. Hal itu akan terasa sangat mengganggu. Contoh : “Gambar lo kok gini sih? Ini mah gak bakal dapet nilai bagus nih. Harusnya tuh bla..bla..bla.. Masa’ gini aja nggak bisa?!” (Ha! Bacot lo! Ini juga udah sepenuh hati ngerjainnya tauk! >,<)

4. Suka berkomentar bukannya gak bagus. Namun, komentar bagus adalah komentar yang membangun. Bukan asal komen, merasa anak sultan bisa komen seenaknya ke orang lain.

5. Ingat kata pepatah lama. Diam itu emas. Kalo sekiranya komentar Anda lebih banyak negative affectnya dibanding positive affectnya, just keep silent.

6. Last but not least : attitude. Ini penting banget karena dengan attitude orang tsb pasti tau cara yang baik dan benar berkomentar. Gak asal cuap-cuap aja.

Dan saya sih berdoa semoga orang-orang yang suka komentar gak penting begitu akan sadar bahwa apa yang dia komentarin itu lebih baik dia simpen dalam hati saja sampai dia benar-benar menemukan kata-kata yang pas dan nggak menyakitkan orang lain saat dia berkomentar.

Best Regards,

SR

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s