Dia #1

Lalu

Ia pun hadir *

Sosok yang sempat terabaikan karena setitik noda di masa lalu

Menampakkan diri dengan percaya diri

Memperkenalkan pribadi dengan tawa di setiap kata

 

Hampir semua kalimatnya mengandung makna tersirat

Sayang,  aku tidak cukup peka untuk mengartikannya

Sekali, aku mengabaikannya

 

Semua pesannya tak pernah gagal mengukir sabit

Kabar kecil, cerita kecil, keluhan kecil, pertanyaan kecil, perhatian kecil

Seperti setetes air menggerus batu besar

 

*Sesungguhnya Ia tidak pernah pergi

Ia tetap di sana, di tempatnya, menunggu aku tersadar

Advertisements

2 thoughts on “Dia #1

  1. Dia yang terabaikan
    Dia yang terlupakan
    Dia yang tertinggalkan
    Dia yang terbiaskan

    Sebuah titik noda yang telah lama hilang
    Kembali hadir menggores sebuah kenang
    Senang bahagia namun perih yang terasa
    Sesaat memecah kesunyian dalam rasa

    Kabar yang terbawa telah hilang entah dimana
    Aah, itu bukan hanya terbang
    Tapi itu jelas hilang
    Hilang dalam hitamnya kenangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s