Bukan Puisi

Ijinkan aku untuk jujur (dan galau). Kali ini saja.

Aku bingung. Harus diapakan rasa ini. Dilanjutkan rasanya gak mungkin. Sedang jika didiamkan hanya akan jadi bom waktu, bisa meledak kapan saja ia suka.

Aku bertemu dia, lalu aku mendapat pelajaran tentang janji palsu dan kepercayaan. Kemudian aku bertemu yang lain. Dengan ‘yang lain’ itu, aku belajar tentang waktu yang (tidak seharusnya) terburu-buru. In the end, I met you. Dari kamu, aku belajar bahwa cinta gak harus memiliki. Atau sebenernya ingin memiliki tapi ternyata kita dijembatani oleh keraguan yang usang? Errr, kenapa kisah kita jadi kayak FTV gini yah? :-s

Entahlah. Yang aku tahu, kita sama-sama berjuang menyembunyikan kebenaran akan perasaan kita, hanya karena gak ingin saling menoreh luka. Begitu ‘kan?

Kita sama-sama tau bahwa kita tau. Cukup, itu saja. Tidak perlu disambung. Benar-benar tidak perlu. Sekalian saja (harusnya) kita gak perlu bertemu. Hahahaha! 😛

So far, you’re still the sweetest in my heart… Keep growing, Dear! Time will heals!

P.S. : sebenernya aku gak mau nulis ini lho. Tadinya mau cerita betapa senengnya aku akan obrolan kita 2 minggu ini. So happy to have a sweet conversation with you. It means a lot for me, you know 😛 ya sudah. Sampai ketemu lagi! Cepet cari pacar sana! Hehehehe…

*pernah dipost di Selebvi’s Posterous pada Sep 22 at 08:18:46 PM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s