Dear S

Dear S, aku sepenuhnya sadar aku bukan siapa-siapa kamu. Aku sadar aku ga punya hak, bahkan untuk rindu kamu pun aku ga berhak. Maaf kalau aku sudah lancang. Maaf untuk perhatian-perhatian yang mungkin ga pernah kamu inginkan dariku. Maaf untuk keadaan ini yang akhirnya membuat posisi kamu jadi ga nyaman. Aku sungguh-sungguh minta maaf.

Dear S, sepenuhnya aku pun sadar aku bukan perempuan yang layak buat kamu. Tapi, boleh ya aku menyimpan kamu di memori terbaikku? Sekali lagi, aku minta maaf. Mungkin aku memang yang harus tau diri. Menutup rapat-rapat. Mengubur dalam-dalam. Karena kali ini aku benar-benar kehabisan ide untuk bertahan. Aku kehabisan tenaga untuk berjuang. Dan aku kehabisan waktu untuk bersabar. Sedangkan kamu mungkin punya begitu banyak alasan untuk menjauh dan menjaga jarak. Aku minta maaf.
Kalau memang begini yang kamu mau, aku akan ikhlas berlari menjauh. Meninggalkan semuanya di belakang, di tempat apa yang biasa orang sebut sebagai “masa lalu”.

“Kadang, hubungan itu seperti sepeda tandem. Untuk bisa bergerak, harus digenjot bersamaan. Bukan cuma oleh aku, atau hanya kamu. Tapi, bersama.” – Sr

*pernah dipublish di Selebvi’s Posterous pada Nov 04 at 01:58:00 AM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s