Mencurangi Hati

Hmmm, kira-kira bisa gak sih kita mencurangi hati? Well, mungkin itu yang sedang aku lakukan sekarang. Menganggap semua biasa aja seolah ga terjadi apa-apa di antara aku dan dia.

Menurut kalian, gimana rasanya saling menyukai tapi ga bisa bareng-bareng? Hmmm, awalnya aku pikir kalimat semacam itu cuma ada di lirik lagu. Dan sialnya, itu kejadian beneran sama aku. Meskipun sekarang statusnya jelas, bahwa aku dan dia hanya sekedar teman, tapi aku sendiri merasa aku ga bisa bohong kalau aku ga bisa menganggap dia hanya sekedar teman. Dia sudah terlanjur menjadi bagian istimewa dalam hidup aku. Memberi warna tersendiri, menciptakan kebahagiaan yang ga bisa dikasih teman-teman aku yang lain. He’s so special for me.

Aku sendiri ga tau mau sampai kapan kayak begini karena semakin aku mengingkari perasaan sendiri, perasaan itu semakin dalam terpatri. Bukan ga pernah aku mencoba menghapus dia dari pikiran aku. Aku udah mencoba sekuat tenaga untuk melupakan dia, menjauhi dia, menjaga jarak, membuat status nyata bahwa aku dan dia hanya teman. Tapi nyatanya, aku kalah dengan janjiku sendiri. Aku kalah dengan kata hatiku.

Sebenernya aku tau harapan buat aku dan dia bisa bareng-bareng itu hampir ga ada. Aku juga ga mengharap apa-apa sih. Di satu sisi, aku juga sadar aku ga boleh membiarkan perasaan ini tumbuh subur. Ya, aku harap kerjasama dari dia juga. Kadang, saat aku mulai lupa dan ga mikirin dia, dia malah datang menawarkan perhatian yang ga bisa aku tolak.

Gila. Aku ga habis pikir kalau cinta ternyata serumit ini. Eh, tunggu dulu. Cinta? Masak sih? :-/

Apapun itu, aku lega karena aku dan dia sudah sama-sama jujur dan hubungan kami akhirnya jelas. Aku sempat berkabung saat itu. Mengetahui kalau kami sama-sama akan menyimpan pedih sendiri, berpura-pura pada dunia, karena ternyata prinsip dia adalah segala-galanya buat dia. Aku juga ga bisa memaksa. Aku cukup bahagia, lega, sekaligus sedih. Kadang kita terjebak di fase “berpura-pura ga ada apa-apa karena ga pengen saling kehilangan”. That’s shit. Totally shit. Aku benci keadaan kayak gini.

“Berkali-kali kau berkata kau cinta tapi tak bisa…
Berkali-kali ku tlah berjanji menyerah…” – OST Perahu Kertas

Entah sampai kapan. Mungkin sampai Tuhan mengirimkan masing-masing jodoh pengganti buat kami. Entah…

Sr

*pernah dipost di Selebvi’s Posterous pada Oct 28 at 10:06:00 PM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s