Hari Pertama

Kamis, 9 Mei 2013

Ibu dirawat sore ini. masih dengan vonis yang sama; ginjal.

Sejak jam 9 tadi aku mengurusnya sendirian. Bolak-balik UGD-kasir-apotek. Tidak, aku tidak sedang mengeluh. Justru aku merasa senang karena bisa berguna dan berbakti buat kedua orangtuaku.

Sampai sekarang ibu masih belum bisa menerima kalau ia harus melalui cuci darah. Buatnya, cuci darah adalah mimpi paling buruk. Ibu selalu menangis kalau aku mulai membujuknya supaya mau dicuci darah. Maka, aku pun akhirnya diam. Biar gimanapun, keputusan tetap ada di tangan Ibu apakah ia mau dicuci darah atau tidak. Aku dan Bapak sebagai keluarga hanya bisa sebatas memberi support dan pengertian.

Malam ini, giliran Bapak yang jaga di rumah sakit. Tadi Bapak habis ambil darah di PMI. Entah untuk apa. Katanya supaya Hb Ibu normal.

Ibu, tetap berjuang ya. I always be there for you. I give my all. just for you, Ibu. :-*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s