Alone Doesn’t Mean Lonely

Beberapa hari ini saya merasa diri saya yang sudah absurd jadi makin absurd. Perkara apalagi kalau bukan soal hati? Ah, untuk yang satu ini, saya totally payah.

Karena itu, saya memutuskan untuk memberi hiburan bagi diri saya sendiri. Dengan cara apa? Nonton bioskop. Sendiri saja. Ya, sendiri. Masalah?

Saya berpikir, menikmati waktu sendiri itu penting buat perkembangan otak. *ini ngaco banget sih actually* :)) dan terutama hati. Seingat saya, saya sudah terlalu lama sok sibuk dengan pekerjaan saya. Sampai lupa memberi reward buat pikiran saya sendiri. Maka, mungkin inilah saat yg tepat. Cukup asik juga ternyata.

Saya teringat jaman saya SMA dan kuliah dulu. Saya pada dasarnya ga suka jalan terlalu ramai-ramai. Banyak orang, pasti banyak maunya. nah, apalagi cewek-cewek kalau sudah banyak maunya suka ribet dan bikin pusing. hem, iya sih saya masuk bagian dari cewek-cewek itu juga. tapi sumpah deh saya bukan tipe yg menghabiskan waktu buat berdebat menentukan makan di mana dan pakai apa.

Jaman SMA, saya pulang sekolah gak pernah langsung pulang. Biasanya saya main dulu ke basecamp marching band. Baru pulang ke rumah sekitar pukul 8 malam. Hehe… ga bandel kok. Enelan deh 😛

Nah, di jam segitu itu, saya suka duduk di halte yang sepi sambil memandangi mobil dan motor yang berseliweran di depan saya. Rasanya tuh adem aja. Damai gitu. Sesekali juga kepikiran tentang sesuatu. Yah, sambil berkontemplasi dan evaluasi diri juga. Mungkin saya ga lazim ya.. anak SMA lain pasti lagi pacaran atau belajar. Tapi saya, malah gaje sendirian.

Jaman kuliah juga kurang lebih seperti itu. Eksperimen dengan rute kereta. Eksperimen dengan bus kuning milik kampus. Eksperimen dengan jalur busway. Semuanya saya lakukan seorang diri. Lagipula buat apa rame-rame? Emangnya mau kampanye? 😛

Waktu itu, banyak yang berpendapat saya aneh. Hahaha… memang iya, saya akui saya aneh. Tapi gimana yah, menurut saya setiap orang punya cara masing-masing dalam menikmati hidup. Dan itulah cara saya 🙂

Gak wah dan over muluk kan? Hehe, semoga tidak…

Saya bersyukur diciptakan Tuhan menjadi seseorang yang bisa menikmati kesendirian. Karena ketika sendirian, sejatinya kita bisa lebih berbicara dengan diri kita sendiri. Kita bisa lebih memahami diri sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s