Sepenggal Cerita tentang Pelukan

Apa itu pelukan?
Bagaimana rasanya dipeluk?
Bagaimana rasanya saling memeluk?

Well, saya boleh bilang bahwa pelukan adalah sesuatu yang langka terjadi dalam hidup saya. Yang saya ingat benar, kali pertama saya benar-benar merasa dipeluk adalah saat junior saya di marching band mencoba menenangkan saya atas perform saya pada suatu konser. Selebihnya, pelukan-pelukan itu tidak mengena buat saya. Hanya selewat dan seperti bagian dari basa-basi saja. Bukan pelukan yang tulus. Sekedar formalitas tata krama. Kelihatannya sedih ya?

Saya bahkan tidak ingat kapan saya pernah dipeluk oleh ibu dan ayah saya. Ah, tapi saya masih ingat kapan saya memeluk ibu. Waktu itu sedang sensitif dan terus menerus bilang ingin mati saja. Anak mana yang sanggup mendengar celotehan itu? Maka saya tanpa berkata-kata, hanya bisa memeluknya. Sambil menangis. Itu saja.

Dipeluk pacar? Hahaha… bercanda saja. Saya bahkan tidak pernah melakukan sesuatu yang lebih jauh dengan pacar saya, selain berpegangan tangan. Saya sendiri juga bukan tipe perempuan yang suka gelendotan sama pacar. Kalaupun saya ingin dipeluk, saya ingin pelukan yang menenangkan. Bukan nafsu. Gaya pacaran saya sangat biasa. Mungkin itu yang bikin pacar saya cepat bosan dan akhirnya meninggalkan saya. Well, inilah hidup. And I have to deal with it.

Sebagai perempuan, sekuat-kuatnya saya, setegar-tegarnya saya, tetaplah saya ini rapuh. Kadang saya suka membayangkan ketika saya sedang dalam keadaan down, ada seseorang yang datang dan memeluk saya sambil berkata, “Jangan khawatir, Selvi. Ada aku di sini. Akan kupastikan semua akan baik-baik saja. Percayalah,”. Yah, tapi saya tahu siapalah saya ini. Terlalu banyak kekurangan saya sampai-sampai orang memeluk saya pun enggan. Atau mereka menganggap mungkin saya bisa menghadapi ini semua? Yah…

Advertisements

One thought on “Sepenggal Cerita tentang Pelukan

  1. Menurut saya, dipeluk adalah hal yang istimewa, tpi apa salahnya jika kita mencoba memeluk orang tersayang dulu sebelum kita yang dipeluk.
    Saya sering, ketika sahabat saya ada masalah dan bercerita, maka saya akan memeluknya erat, dan menguatkan hatinya.. well, Jadi ketika saya banyak masalah dan saya cerita pada sahabat saya, saya jadi sering dipeluk sama sahabat saya itu, walaupun saya memiliki banyak kekurangan.
    Jangan katakan apa yang bisa dia lakukan untuk saya, tapi pikirkanlah apa yang bisa saya lakukan untuk dia.
    Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s