Di Atas Mesin ATM

lenovoA800Minggu, 18 November lalu, handphone saya hilang. Semua berawal saat saya sedang ingin mengambil uang di ATM. Saya menaruh hape itu di atas mesin ATM, lalu setelah selesai saya meninggalkannya begitu saja. Sampai kemudian ketika saya sudah di angkot, saya baru ingat hape saya masih di situ. Di atas mesin ATM.

Lalu, kalian pasti tahulah apa yang wajarnya terjadi. Tapi saya terlambat. Hape saya sudah raib dari atas mesin ATM berganti menjadi hampa panjang yang menampar saya. Padahal di hape saya itu banyak foto-foto liburan yang barusan saya ambil. (Perlu diketahui, saat hari kehilangan itu,saya sedang liburan sama dua kakak cantik ke sebuah tempat). Okay, mungkin kalimat barusan terkesan misterius. Hahaha.

Tapi yang sudah, ya sudah. Saya ngga bisa berharap hape saya balik ke atas mesin ATM ‘kan? Yang penting saya sudah berusaha mencarinya. Sudah tanya ke satpam mall juga. Sudah protes ke customer service bank juga karena galeri ATM tersebut ngga dijaga security!!!

Sampai detik ini saya belum mengurus simcard hape saya. Belum mem-blokirnya. Belum ada waktu dan ada sedikit rasa malas. Saya malah ragu sebenarnya ini malas atau ngga peduli? Hehehe…

Ngga peduli karena saya toh ngga punya seseorang yang harus saya hubungi kecuali orangtua saya. Ngga peduli karena saya sekarang sedang malas berhubungan dengan banyak orang. Ngga peduli karena saya memang sebenarnya sedikit lega atas hilangnya hape itu. Bahwa saya akhirnya bisa “menghapus” semua pesan-pesannya yang dulu. Bahwa saya akhirnya tidak berhubungan dengan lagi. (Atau at least meredam keinginan saya untuk terus menanyakan kabarnya).

Keribetan paling hanya terjadi kalau saya sedang ada janji dengan teman. Bingung mau konfirmasi. Lalu saya bilang supaya mengandalkan telepati saja. Hahaha… Kadang teknologi membuat kita lupa kekuatan naluri dan insting kita sebagai manusia.

Keluarga saya di rumah juga marah. Kemudian mengait-ngaitkan tragedi kehilangan hape itu dengan kecerobohan-kecerobohan saya yang lain yang mungkin sudah terjadi beratus-ratus tahun silam tapi masih tidak basi diungkit-ungkit pada saat ini. Entahlah…

Saya yakin pasti ada hikmahnya. Sejauh ini saya ngga galau karena kehilangan hape. Saya galau karena baru sadar bahwa ternyata banyak sekali yang sudah saya lewatkan di sekitar saya lantaran saya “mungkin” terlalu sibuk dengan ponsel genggam saya.

Buat semuanya yang baca ini, berani ngga challenge diri kamu buat ngga pakai hape selama seminggu? 😉 Kadang kita ngga tahu kalau ternyata kita bisa. Kita sendiri bahkan ngga yakin dengan kemampuan kita. Nah, makanya Tuhan kadang perlu “memaksa” kita untuk mengambil apa-apa yang kita sayang yang tadinya kita pikir kita ngga akan bisa hidup tanpa dia, TAPI TERNYATA BISA!

Ingat juga bahwa hilang adalah hilang. Mungkin berganti wujud menjadi kebahagiaan yang lain. Mana mungkin saya terus menerus menatap ke atas mesin ATM dan berharap dalam hati hape saya bakal muncul lagi di situ secara mejik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s