Lowest Point

Mungkin postingan ini akan kelihatan nggak jelas, just like another post. Tapi saya tidak peduli. Saya ingin bercerita saja tanpa perlu memikirkan orang akan menilai saya seperti apa.

Sungguh saya merasa sedang berada di titik terendah dan terjenuh dalam hidup saya. Bukan kali pertama mengalami ini. Tapi, sungguh hal ini sangat membuat saya nggak nyaman. Hidup ogah, mati juga ogah.

I have no one to share with. I have no brave to tell.

Harapan saya, semoga Tuhan senantiasa memeluk saya. Aamiin…

Advertisements

4 thoughts on “Lowest Point

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s