Prosa Pertama

Hanya namamu di hatiku
jiwa dan raga, tak ‘kan berdusta
Namun terkadang cinta terusik benci sesaat

Memang aku pernah membencimu, namun hanya sesaat rasa itu. Saat itu, aku hanya bisa marah pada diriku sendiri.

Seribu musim, tak ‘kan bisa,
menghibur hati, yang penuh marah
Entah mengapa berpisah saat mulai menjalin

Aku pun tidak mengerti apa yang dunia coba tawarkan untukku. Dan sekarang aku sepertinya tidak berhasrat untuk mengerti. Aku mencoba menikmati permainan ini.

Suara hati seorang kekasih bagai nyanyian surgawi
tak ‘kan berdusta, walau ketamakan merajai diri yang penuh emosi

Aku memang marah. Tapi semarah apapun aku, ketahuilah bahwa semua kata cinta yang pernah aku ucapkan dulu bukanlah dusta. Semua itu nyata. Bahkan hingga saat ini.

Jauh di dasar hatiku,
tetap ku mau kau sebagai kasihku

Pada akhirnya, tahukah kamu bahwa aku cuma ingin kamu? Selalu kamu. Apa adanya.

– Suara Hati Seorang Kekasih by Melly Goeslaw

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s