Brhnt

Berhenti.

Satu kata yang terus menerus saya katakan untuk diri saya. Kepada hati saya.

Ya.

Terus dan terus. Sampai saya sendiri lelah memenuhi janji itu. Otak saya berkata demikian. Tapi hati rupanya enggan bekerja sama.

Padahal Tuhan jelas-jelas memberikan musibah-musibah yang saya yakin bukan suatu kebetulan. Tapi saya selalu berharap Tuhan tidak bermaksud begitu, bukan? Tuhan tidak sedang memberi tahu saya untuk berhenti, saya pikir.

Ah, harapan?

Itu juga hal yang Tuhan pernah bilang. Berharaplah hanya pada Tuhan. Bukan pada manusia. Sungguh Tuhan tidak pernah ingkar janji dan mengecewakan.

Berhenti.

Bahkan saya tidak tahu lagi harus berhenti di mana dan dengan cara apa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s