Siang Hari di Warung Soto

Mereka membuat saya terpana sehingga saya menjadi khusyuk memandang mereka. Seorang ayah yang saya kira usianya masih muda, sekitar 30-an mungkin, bersama seorang anak laki-lakinya yang mungkin berumur 6-7 tahun berdoa bersama sebelum makan.

Pemandangan haru itu terjadi tadi siang saat saya makan soto di kaki lima pinggir jalan. Mereka duduk satu meja dengan saya, sekitar 30 cm persis di depan saya. Tiba-tiba sebelum makan, sang ayah mendekatkan keningnya ke kening anaknya sampai kening mereka beradu. Lalu, sang anak yang tadi sibuk ngoceh sana sini langsung menangkupkan tangan, menundukkan kepala, memejamkan mata, dan khusyuk mendengar doa yang dibisikkan ayahnya di telinganya. Mata sang ayah juga terpejam sambil mengucapkan doa kepada Tuhan menjelang makan siang mereka. Kemudian, tidak berapa lama mereka mengucap “aamiin” bersamaan. Coba bayangkan!

Melongo adalah hal yang saya lakukan. Merinding rasanya saat itu. Sungguh gambar indah yang baru sekali itu saya lihat seumur hidup saya. Tapi tentu saja saya tidak boleh mengambil gambar romantisme ayah dan anak tersebut. Selain karena saya terlalu asyik mengamati, saya hanya ingin menyimpan semuanya dalam memori otak saya yang tidak terbatas. Karunia Tuhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s