Kutipan Cerpen Taman Patah Hati oleh Eka Kurniawan

”Sejujurnya aku patah hati, tapi tak ada alasan untuk tak menerima kenyataan, kan? Jangan tunggu aku di hotel. Aku mungkin tak akan pulang ke Jakarta. Aku akan tinggal di sini, berteman dengan Benzaiten.” Setelah mengatakan itu, Mia Mia turun dari sampan ke dek. Sejenak ia berdiri di tepi danau, masih memandang Ajo Kawir yang tak berani balas menatapnya. ”Kuharap kamu bahagia dengan gadis itu.”

Ucapan Mia Mia tak terdengar seperti doa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s