Terganggu

Rain

 

Aku terganggu dengan tawa yang palsu, seolah membawa hawa baru, padahal itu sekadar nafsu yang merayu.

Aku terganggu dengan jemu yang tak kunjung bertamu, membuatku tak lelah menunggu, walau hari sudah ke-seribu.

Aku terganggu dengan perasaanku yang lalu, seraya berharap semua itu semu, sampai aku bertemu kamu.

Aku terganggu dengan tatapan matamu yang sendu dan mengoyak akal sehatku, tanpa memberi ruang untuk meragu.

Aku terganggu dengan senyummu yang kerap melintas dalam mimpiku, menebar rindu yang mengharu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s