Surel Pagi Hari

untitledMungkin begini rasanya kalau klub sepakbola kesayangan kita memenangkan pertandingan.

Atau kalau ternyata akhirnya kita diterima di perusahaan yang sudah lama diidam-idamkan.

Bisa jadi begini juga rasanya kalau sms kita akhirnya dibalas oleh kekasih kita yang biasanya sibuk luar biasa.

Entahlah. Saya tidak tahu. Tidak pula ingin membanding-bandingkan seberapa besar kebahagiaan yang saya dengan alami pagi ini dengan contoh kebahagiaan-kebahagiaan di atas. Bukankah setiap orang memiliki definisi bahagianya sendiri?

Pagi tadi saya iseng mengecek e-mail. Ya, iseng. Karena mengecek e-mail adalah kegiatan yang hanya saya lakukan kalau saya sedang tidak ada kerjaan. Bukan menjadikannya sebagai rutinitas seperti teman-teman saya lainnya. Di inbox paling atas, saya mendapati ada e-mail masuk dari Eka Kurniawan (EK), penulis kesukaan saya, perihal saya akhirnya berkesempatan menjadi pembaca pertamanya. HUWOW!!! Jadilah saya seharian ini mesam-mesem seperti orang jatuh cinta. Ah, masaaa

Minggu lalu, saya iseng (iya, saya banyak isengnya ketimbang seriusnya ;p) bermain ke situs pribadi milik EK. Rupanya di sana EK sedang membagi-bagi 10 eksemplar novel ketiga terbarunya kepada 10 orang yang beruntung. Mengingat saya agak oportunis (saya bilang ‘agak’ ya. Artinya ‘tidak selalu’ ;p) isenglah saya (tuhkan, iseng lagi) ikutan mengisi form dengan harapan saya akan menjadi salah satu orang yang terpilih untuk memenangkan buku itu. Pokoknya di jawaban itu saya bilang saya fansnya EK banget. Dan memang IYA. Saya sukaaaaaaa sekali dengan tulisan-tulisan EK. Mungkin kalau Anda membaca jawaban saya waktu itu saya bisa dicap sebagai penjilat atau apalah. Yeah tapi memang begitu adanya kesukaan saya terhadap tulisan-tulisan EK. Entahlah saya tidak banyak menyukai penulis sampai sebegininya. Hanya saja EK menurut saya adalah penulis yang eksklusif. Produktif namun tidak ‘gampangan’ menghasilkan suatu bacaan. Setidaknya itu yang saya pikir setelah beberapa kali membaca cerpen-cerpen dan buku-buku karyanya seperti Cantik Itu Luka, Kumpulan Budak Setan, dan Gelak Sedih.

Tidak berpanjang kata lagi. Pokoknya saya senang! 😀

Thanks to Allah.

Thanks to Eka Kurniawan. Semoga novelnya tidak mengecewakan.

P.S: Eh setelah dipikir-dipikir saya tidak oportunis juga sih. Kan saya sudah bilang, iseng. Hahahahaha… dan kebetulan menang. Hihihi…

21433310

Advertisements

4 thoughts on “Surel Pagi Hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s