[Sudden Post] #5 – House at the End of the Street

House at the End of the Street

 

Mungkin saya salah satu orang paling ngeyel di dunia ini. Sudah tahu takut nonton film horor dan sejenisnya, lha kok malah nantangin diri sendiri buat nonton film thriller malam ini. Eh, tahu ndak. Sebelumnya saya nggak tahu sama sekali tentang film yang akan saya tonton. Pun beritanya nggak se-hip The Conjuring atau Insidious 2. Jadi, saya pikir film yang akan saya tonton adalah film horor yang biasa-biasa saja.

Well, kayaknya saya harus membuang jauh-jauh pikiran itu kali lain kalau saya mau nonton. Sebab, film horor yang biasa-biasa saja pun tetaplah film horor (CATAT INI BAIK-BAIK, SELV). Oke, lebih tepatnya thriller (ini setelah saya menonton separuh film, tadinya saya pikir film hantu.)

Film yang saya tonton malam ini adalah film berjudul House at the End of the Street. Sama sekali nggak ada niat buat nonton film ini. Tapi karena saya merasa lagi butuh hiburan banget (sounds pathetic, I know) akhirnya saya memutuskan untuk nonton film ini. mbulet deh ini

Awalnya saya pikir ini film horor. Jadi, ini ceritanya tentang seorang ibu (Sarah) dan anak perempuannya (Ellisa) yang baru pindah rumah. Nah, di deket rumah mereka yang baru ini, ada rumah yang, menurut informasi tetangga sekitar, sudah ga ditempati. Tapi suatu hari si ibu melihat ada lampu menyala di rumah itu sekitar jam 3 pagi. Pada saat pesta tetangga (saya nggak tahu apa namanya, pokoknya tradisi orang barat kalau baru pindah rumah) diketahui ternyata di rumah tersebut tinggal anak laki-laki (Ryan) dari pasangan yang mati tersebut. Sebelumnya perlu saya kasih tahu, rumah yang kosong itu tadinya ditempati oleh sebuah keluarga yang orangtuanya mati dibunuh oleh anak perempuannya yang ‘sakit’ (Carrie Anne). Nah, selama ini muncullah gosip-gosip bahwa si Carrie Anne ini menghilang ke hutan dan jadi hantu. Padahal kenyataannya gak kayak begitu!!!

Rumah itu ternyata menyimpan misteri tersendiri dan sangat ga disangka-sangka endingnya! Ellisa-lah yang akhirnya membuka tabir misteri itu (ceilaha bahasa gue) walau dia harus mempertaruhkan namanya sendiri.

Guys, endingnya sungguh sangat keren! Saya nggak tahu ya kenapa film ini cuma dapat rating 5.6/10 di IMDB. Padahal menurut saya film ini recommended banget loh buat kalian yang doyan film psycho-thriller. Saya sempat terkecoh di awal film ketika rahasia tentang si Carrie Anne terungkap. “Ah, setannya udah ketauan. Pulang aja deh yuk,” begitu kata saya waktu itu. Tapi ternyata semua belum selesai. Carrie Anne ternyata bukanlah Carrie Anne. Nah lhooo!!!

Pokoknya film ini keren banget deh. Meskipun tangan saya harus pegal karena harus nutupin mata guna menghindari teriakan yang tidak diinginkan ;p

Moral of the story? Hmm, mungkin punya pacar pendiam itu cool. Tapi telusuri dulu masa lalu dan kehidupannya secara mendetail. Bukan maksud kepo atau gimana. Terutama kalau ibumu bilang jauhi laki-laki itu, lebih baik nurut deh.

Si Akang Ganteng!!! *mata lope-lope*

Si Akang Ganteng!!! *mata lope-lope*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s