Kinanthi dan Ajuj

Yang akan saya tulis berikut ini adalah sepenggal kisah cinta yang saya kutip dari buku yang sudah lama saya baca. Judulnya Galaksi Kinanthi karya Tasaro GK. Saya tidak bermaksud mereview buku tersebut, karena itu saya menuliskannya di blog pribadi yang random ini alih-alih di blog buku saya. (Tapi saya rasa postingan kali ini akan sedikit mirip review buku).

Saya begitu tertarik dengan romansa yang terjadi di antara kedua tokoh utamanya, Kinanthi dan Ajuj. Tiba-tiba saja saya ingin menuliskannya di sini.

Ajuj dan Kinanthi bersahabat sejak kecil. Ajuj anak seorang ustadz. Sedangkan Kinanthi anak seorang penjudi dan di kalangan tetangganya, kakak-kakak Kinanthi dikenal sebagai preman dan pelacur. Dua latar belakang yang sungguh berbeda membuat Kinanthi senantiasa menerima ejekan dari teman-temannya. Tidak ada yang suka Ajus bermain dengan Kinanthi. Namun Ajuj yang masih anak kecil hanya tahu bahwa Kinanthi anak yang baik dan tidak seharusnya dijauhi.

Klise, persahabatan mereka kemudian berkembang menjadi cinta. Namun keduanya tidak bisa terus bersama karena Kinanthi dijual oleh keluarganya demi 50 kg beras. (Ya, keluarga Kinanthi sangat miskin sekali).

Berpisahlah mereka. Sampai 20 tahun berlalu, Kinanthi dan Ajuj masih menyimpan semua memori masa kecil mereka dengan baik. Mereka berdua setia menunggu Tuhan mempertemukan mereka. Selama itu pula, Kinanthi dan Ajuj saling menyendiri, tidak berkabar, namun dalam hati mereka masih memelihara perasaan itu. Kinanthi sebenarnya rutin mengirim surat buat Ajuj tetapi ia tidak pernah mendapat balasan dari Ajuj karena surat-surat itu sudah lebih dulu dilenyapkan oleh ibunya Ajuj.

Walaupun banyak laki-laki yang menginginkan Kinanthi, namun ia tetap pada pendirian untuk memberikan hatinya hanya pada Ajuj seorang.

Kemudian momen itu akhirnya tiba. Kinanthi tumbuh menjadi wanita yang cerdas, cantik, dan kaya. Ia kembali ke kampung halamannya untuk menemui Ajuj. Ia ingin tahu kenapa Ajus tidak pernah membalas surat-suratnya. Apakah Ajus sudah menikah? Apakah Ajuj sudah tidak mencintai Kinanthi? Apakah Ajus dengan mudah melupakan semua kenangan manis mereka dulu? Kinanthi sudah siap dengan segala kemungkinan terburuk yang mungkin ia hadapi.

Rupanya benar saja, Ajuj ternyata akan menikah sebentar lagi dengan gadis yang dijodohkan orangtuanya. Keputusan itu baru dibuatnya seminggu lalu. Ah, Kinanthi ternyata terlambat. Namun, adik Kinanthi memberitahu bahwa selama 20 tahun Ajuj ternyata sebenarnya masih menunggu Kinanthi.

Singkat cerita, Kinanthi akhirnya bertatap muka dengan Ajuj. Ajuj tumbuh menjadi pemuda desa yang berkulit gelap dan berotot. Anehnya, Kinanthi tidak merasakan debar-debar cinta lagi melihat Ajuj. Sungguh Kinanthi merasa berdosa karena hanya melihat penampilan fisik Ajuj ia langsung ilfil. Karena Ajus sangat berbeda dengan dirinya yang cantik, bersih, dan kaya.

Ajuj sendiri sadar diri. Ia hanyalah pemuda desa yang tidak pantas untuk mendapatkan gadis seperti Kinanthi. Kinanthi sudah jauh dari gapaiannya. Kinanthi sudah menjadi bidadari di khayangan sedang ia sendiri hanya seorang rakyat jelata.

Lalu timbul berita yang menggegerkan. Ayah Ajuj ternyata selingkuh dengan seorang perempuan. Hal ini menjadi aib bagi keluarga Ajus sehingga calon mertua Ajus membatalkan perjodohan anak perempuannya dengan Ajus.

Mendengar ini, Kinanthi hanya bisa kasihan. Toh ia sudah tidak ada perasaan apa-apa lagi pada Ajus.

Sampai di malam itu, adik Kinanthi menceritakan semuanya tentang Ajus. Bagaimana Ajuj selalu menunggu Kinanthi. Bagaimana ia rindu tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Dan bagaimana Kinanthi yang sekarang sudah begitu berubah sehingga Ajuj merasa rendah diri. Padahal perasaan Ajuj tidak pernah berubah dari dulu. Tidak pernah berkurang sedikitpun selama 20 tahun.

Kinanthi hanya bisa menangis karena ia tidak bisa berbuat apa-apa. Untuk mencintai Ajuj saja ia sudah tidak mampu.

Lalu terdengar kabar gunung di desa mereka longsor. Ajuj menjadi salah satu korbannya karena menyelamatkan penduduk desa. Ajuj sekarat. Saat itulah Kinanthi sadar bahwa ternyata ia masih mencintai Ajuj seperti 20 tahun lalu.

Menurut saya, kisah cinta Kinanthi dan Ajuj adalah kisah cinta sejati. Terutama saat Ajuj menerima sikap Kinanthi yang berubah, Kinanthi anak kota. Ajus tetap diam menyimpan semua perasaannya sendiri, bahkan ia sempat berbohong pada Kinanthi dengan mengatakan bahwa ia sudah tidak mencintai gadis itu.

Bagaimana selama 20 tahun Kinanthi menjaga hatinya buat Ajus padahal begitu banyak laki-laki yang menyukainya, itu juga yang saya suka dari sosok Kinanthi.

Pokoknya kisah Ajus dan Kinanthi ini akan melekat dengan baik di ingatan saya sebagai masukan positif bahwa skenario Tuhan adalah yang terbaik.

Saya juga iri dengan kisah mereka yang hanya mencintai satu orang saja seumur hidup mereka. Apalagi dalam kondisi tidak ada kabar sama sekali. Tidak terbayang rasanya harus mempertaruhkan perasaan demi seseorang yang kabarnya tidak terdengar.

PS: Saya sadar saya tidak begitu baik dalam menuliskan sepenggalan cerita tersebut. Maka, lebih afdhol dibaca sendiri saja bukunya. Tetapi setahu saya sih sudah langka. Hehehehe…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s