Selamat, E!

Selamat malam, Pontianak.
Kepada Sungai Kapuas, aku bercerita.

Lagi asyik main Songpop di Facebook, tiba-tiba mood drop down begitu baca notification yang popping up. Notif itu rupanya undangan pernikahan salah satu teman saya waktu SMA dulu.

Asal tahu saja, teman ini bukan sekadar teman. Ia adalah laki-laki yang saya suka sejak hari ke-3 MOS di SMA. Lebih dari tiga tahun saya memendam rasa karena saya kurang percaya diri pada saat itu. Ya, dia pintar, ganteng, baik, sholeh, paket komplit. That’s why I like him. And that’s why I keep hiding my true feelings. Saya perempuan biasa saja. Rasanya tidak pantas menyukai dia.

Singkat cerita, dia akhirnya menikah. Sebenarnya sudah lama saya mengetahui desas-desus ini. Rasanya hambar saja. Tapi saya tahu, ada yang hancur di hati ini. Itu pasti.

Sudah, itu saja. Doa saya semoga dia bahagia bersama wanita pilihannya dan Allah menjadikan mereka keluarga yang sakinah, mawaddah, warrohmah. Aamiin.

P.S: saya kemudian berpikir, dia itu laki-laki yang 6 tahun lalu mengisi hidup saya saja, masih terasa sakitnya mengetahui dia akan menikah. Bagaimana dengan yang baru-baru ini? Ah. Tidak ingin dengar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s