Di Mana?

Kebohongan, ketidaksetiaan, dan pengkhianatan, apapun namanya, adalah hal yang tidak bisa saya maklumi. Apapun alasannya, rasanya tidak ada yang lebih baik selain jujur. Apalagi kalau hal itu terjadi dalam hubungan percintaan.

Saya akui saya bukan orang yang romantis dan termasuk kaku sehingga mungkin saja kalau pacar saya pada akhirnya berselingkuh dari saya. Tapi saya boleh juga berbangga hati bahwa saya termasuk orang setia dan pengertian. Well, ternyata itu saja tidak cukup. Saya harus jadi orang yang menye-menye supaya disayang pacar? That’s not me. And I don’t wanna do anything doesn’t suit to me.

Itulah sebab saya sangat susah membuka hati saya saat ini. Saya sulit menjumpai orang-orang yang setia. Bahkan hal itu tidak saya temui di pernikahan kedua orangtua saya. Dunia percintaan semakin muram dan suram di mata saya. Apakah sah-sah saja kalau kita bosan kepada pasangan kita lalu kita melampiaskan dengan mencintai orang lain? Sungguhkah tidak ada cara lain? Kenapa harus menyakiti orang lain demi mencapai kebahagiaan kita sendiri?

Kebanyakan mereka yang mendekati saya terindikasi untuk melakukan perselingkuhan (saya bisa menilai dari cara mereka bergaul dan pemikiran-pemikiran mereka). Inilah yang membawa saya untuk memutuskan sebaiknya saya sendiri dulu. Sebaiknya saya jaga jarak dulu dengan dunia romansa. Terserah orang mau menilai saya bagaimana. Untungnya, saya tidak terlalu peduli dengan kata mereka.

Advertisements

One thought on “Di Mana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s