Be Kind

Seperti kita tahu, ada undang-undang yang mengatur tentang larangan mengemis. Di Jakarta, hal itu diatur dalam Perda DKI Jakarta No. 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (“Perda DKI8/2007”). Di dalam Pasal 40, kita dilarang memberi uang kepada pengemis. Memang, di satu sisi akan timbul kesan Jakarta akan lebih tertib jika kita mematuhi undang-undang tersebut. Namun, tidak dapat dipungkiri juga jika nurani kita tergetar untuk membantu mereka yang nasibnya tidak seberuntung kita. Siapa yang tidak terenyuh melihat wajah memelas para saudara-saudara kita yang berpanas-panasan dengan segala kekurangan fisiknya sedang kita asyik duduk manis dalam mobil berpendingin?

Tulisan saya ini bukan bermaksud memprovokasi pembaca supaya menentang undang-undang itu. Namun, kembali lagi ke persoalan sedekah. Bukankah sedekah termasuk ibadah, di mana yang namanya ibadah itu hanya kita dan Tuhan yang tahu?

Beberapa portal berita kerap memberitakan persoalan pengemis yang sebenarnya kontrovesi. Kebanyakan pengemis ternyata adalah orang-orang kaya di kampungnya. Mereka memiliki rumah dan bahkan penghasilannya sebulan bisa mencapai 300 ribu rupiah. Hal ini tentu bikin banyak orang kesal, jika mengingat ternyata uang kita keluarkan justru kita salurkan kepada mereka yang sesungguhnya bahkan lebih mampu dari kita.

Tapi, menurut saya, ketika kita mengeluarkan harta kita dengan niat baik dan karena Allah, terlepas uang itu akan dipergunakan untuk apa, kita seharusnya tidak perlu menyesal. Allah Maha Tahu segalanya. Jangan sampai kita terlalu sibuk memilah-milih kepada siapa sebaiknya kita bersedekah, justru menimbulkan sikap tidak nyaman dan serba salah yang malah akhirnya membuat kita enggan bersedekah sama sekali. Sebab hari esok tidak ada yang bisa menjamin, akan menghampiri kita atau tidak, maka berbuat baiklah kepada siapapun.

Hendaknya kita selalu berpikiran positif mengenai segala hal yang terjadi dalam hidup kita.

Memang, sebaiknya sedekah disalurkan kepada lembaga yang terpercaya. Namun, ketika kita dihadapkan dengan pemandangan yang mengharukan, masa bodoh dengan lembaga. Yang kita tahu, dengan memberikan kebahagiaan untuk orang lain, kita juga jadi bahagia. Bahkan lebih. Bukankah sedekah tidak mengenal tempat dan waktu?

Sedekah itu tidak perlu dihitung-hitung, sebab yang kita harapkan hanya ridho Allah semata. Sesungguhnya Allah mengetahui apa-apa yang hamba-Nya tidak ketahui.

Stay positive thinking and always be kind to everyone!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s