Yoga?! Nanti Dulu

Mungkin kemarin adalah salah satu bentuk kenekatan saya yang berujung pada penderitaan. Nggak, ini nggak lebay. Awalnya saya niat ngegym karena janjian sama teman. Tapi berhubung teman saya baru bisa hadir pukul tujuh, jadilah saya fitness sendiri mulai pukul lima. Nah, marketing saya menyarankan untuk ikut kelas zumba daripada saya bingung mau ngapain. Tadinya saya malu, sebab mengikuti kelas berarti interaksi dengan orang lain. Selain itu saya juga baru pertama kali ini ikut zumba dan sama sekali nggak tahu zumba itu seperti apa. Setelah “dijorokin” akhirnya saya ikut juga dan si mas-mas marketing saya itu cengengesan ngelihatin saya dari luar kelas.

Betul kata si mas marketing, namanya Mas Hanif, bahwa zumba itu perpaduan antara olahraga dan tarian. Saat itu kelas hanya diikuti oleh sekitar 7 orang kalau tidak salah, dan 6 di antaranya adalah wanita. Menurut saya, zumba sama kayak aerobic. Mungkin bedanya zumba lebih enerjik ya dan jauh lebih fun. Kita berolahraga sambil menari salsa, tango, hip hop, R n B, tapi nggak ada dangdut. Hahahaha..

Gerakan yang paling saya suka tentu saja hip hop dan R n B karena gerakan ini banyak adegan loncatnya meskipun kadang saya masih kesulitan mengikuti gerakan instrukturnya. Kalau salsa, duh jelas ini kelemahan saya. Masalahnya pinggul saya sangat tidak salsa-isme. Halah.

Sepanjang zumba, meskipun capek, saya lumayan menikmati. Hanya BT ketika kita nggak bisa atau lemot mengikuti gerakan instruktur. Selebihnya sih fun. Instrukturnya ramah dan friendly banget. Kapan-kapan saya mau zumba lagi.

Nah setelah loncat sana sini, ternyata kelas hari itu langsung diisi oleh kelas lain yaitu yoga. Saya yang masih ngos-ngosdan dan sedang memakai sepatu, tadinya nggak minat ikut yoga. Sampai akhirnya mbak instruktur menawarkan saya, “Mau yoga juga, Mbak?” saya sempat bengong sebentar untuk berpikir lalu akhirnya mengiyakan. Penasaran juga pengin merasakan kayak apa sih yoga itu. Saya sih mikirnya, “Berhubung tadi habis gerakan aktif, sekarang yoga deh yang gerakannya smooth. Jadi seimbang.” Saya mengharapkan yoga bisa melemaskan otot-otot saya yang tadi menegang akibat zumba.

TETAPI TERNYATA SAYA SALAH!

SAYA KAPOK YOGA!

TIDAAAAAAAAAAKKKKKKKKKK!!!!!

Ya ampun.

Awalnya sih oke ya, saya ambil matras terus duduk bersila dan meditasi sekitar 10 menit. Suasana hening banget. Sejenak saya merasa yoga adalah passion saya. Halah. Lalu nggak berapa lama, penderitaan itu mulai datang. Pokoknya gerakan dasar sedemikian rupa (fyi, ada dua orang yang baru ikut yoga for the first time yaitu saya dan satu orang lgi yang saya tidak tahu namanya) saya lupa apa nama gerakannya kayaknya pakai istilah India deh soalnya ada gerakan Namaste segala. Baru sekitar 15 menit berjalan, saya mulai merasa salah jurusan.

Tiba-tiba saya kepikiran buat kabur dari kelas ini. Duh, Gusti…

Mana badan masih capek akibat zumba, eh sudah diterpa yoga. Ya ampun, sesuatu. Nggak bakal lagi deh next time saya nekat begitu.

 

Advertisements

2 thoughts on “Yoga?! Nanti Dulu

    • Thats it kak. Saking ga pernah olahraga jadi sekalinya yoga tuh begitu kali ya. Padahal mungkin kalau ditekuni efeknya bagus lho… aku lagi coba belajar sih ini, heheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s