Analogi Sederhana Mengenai Jodoh

Postingan ini ditulis secara khayal saja. Sedang asyik-asyik melamun tiba-tiba kepikiran hal ini untuk ditulis. Jadi, tentu saja postingan ini gak valid sebab saya sendiri juga belum menemukan jodoh saya. Hehehe…

Ibaratkan saja Tuhan itu seperti guru SD yang akan menyuruh semua muridnya duduk rapi sebelum pulang. Ini menarik, sebab saya ingat sekali waktu saya SD, yang duduk paling tegak dengan tangan terlipat di atas meja di depan dada yang akan diperbolehkan pulang duluan. Nah, sekarang mari kita andaikan “pulang” sebagai “menikah” dan murid itu adalah diri kita.

Sudah bisa terbayangkan bukan?

Bahwa guru akan memilih yang duduknya paling rapi. Kalau pada akhirnya dia memilih teman kita yang lain untuk boleh pulang terlebih dahulu, tentu kita akan semakin menegakkan duduk kita dan bersikap seperti anak baik sekali.

Mungkin begitu juga dengan jodoh.

Kalau kita belum diperkenankan Tuhan untuk berjumpa dengan jodoh kita, kita yang mestinya sadar diri berbenah dan berpikir kira-kira kenapa ya kita belum dipilih.

Well, this is just a random post. Don’t mind it.

Advertisements

4 thoughts on “Analogi Sederhana Mengenai Jodoh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s