Mengurus Sendiri STNK Hilang

Kata siapa mengurus STNK hilang itu ribet?

Selasa, 8 Maret lalu, saya mendatangi Samsat Jaksel untuk mengurus STNK saya yang hilang. Samsat ini letaknya di Jalan Jend. Gatot Subroto seberang Plaza Semanggi. Tempat ini biasa disebut Komdak. Ingat, kita nggak bisa masuk dari pintu komdak. Kita harus masuk lewat pintu samping area SCBD.

Oh, ya, untuk STNK yang hilang, sebelumnya kita harus mengantongi surat keterangan kehilangan yang dikeluarkan oleh polsek setempat. Gratis. Namun, akibat budaya orang Indonesia yang terlalu nggak enakan karena merasa terbantu, akhirnya keluarlah Rp20.000 buat petugas. Bukan saya lho, tapi Bapak saya yang begini.

Sampai di Samsat, langsung bawa saja kendaraan Anda menuju bagian belakang gedung. Di sana ada tempat cek fisik kendaraan. Motor dan mobil berbaris untuk dicek nomor mesin dan nomor rangka cocok dengan data di kepolisian. Untuk hal ini, kita diminta mengeluarkan biaya Rp20.000 lalu kita akan dapat sebuah form. Petugas akan mengisi form ini, kita hanya perlu menyerahkan fotokopi BPKB (bukan asli). Form selesai diisi. Tanpa diperiksa kondisi kendaraan kita secara sebenar-benarnya. Apakah lampu utamanya bisa nyala, apakah lampu sennya berfungsi, apakah klaksonnya masih bagus, dsb. Tidak, tidak diperiksa. Motor yang sudah selesai dicek fisik, harus diparkir lagi di tempat yang telah disediakan. Tidak boleh parkir dekat lokasi cek fisik. rempong deh…

Setelah parkir, lalu kita diminta menyerahkan form plus fotokopi BPKB itu ke loket dekat sana. Menunggu sekitar 5 menit, nomor TNKB saya akhirnya dipanggil. Saya langsung menuju ke gedung utama, naik ke lantai dua (sesuai informasi pak satpam). Di lantai dua, tanya saja siapapun yang lagi senggang, tunjukkan berkas, dan tanya harus ke mana. Kenapa begini? Yah, sebab judul loketnya sendiri tidak jelas. Tapi selama Anda masih bisa bicara dan berjalan, sudahlah, tanya-tanya saja biar nggak tersesat.

Saya sampai di satu loket, lalu diberikan form untuk diisi. Untuk mengisi form ini, sada baiknya kalau kita bawa alat tulis sendiri daripada antre meminjam alat tulis yang disediakan. Untuk mengisi form ini, lihat saja BPKB. Selesai.

Setelah itu saya disuruh turun ke lantai 1 untuk menuju 3 loket berikut:

  1. Loket Pembayaran
  2. Loket Khusus
  3. Arsip STNK

Di loket pembayaran, saya pikir saya akan disuruh bayar. Ternyata nggak. Belum sih lebih tepatnya. Di loket pembayaran ini saya mendapat catatan pembayaran pajak saya kendaraan saya di masa lalu. Setelah itu ke loket khusus, prosesnya tidak lama. Hanya sekitar 5 menit. Kemudian ke Arsip di bagian basement. Serahkan semua berkas, menunggu nama dipanggil. Naik lagi ke lantai satu. Lalu menuju ke bagian TU. di TU kita diminta menyerahkan semua arsip (termasuk BPKB & KTP asli) lalu ditukar dengan surat keterangan kehilangan STNK. Petugas bilang saya harus datang lagi lusa (karena keesokan harinya tanggal merah, jadi saya diminta datang lusa) untuk melanjutkan prosesnya. Ok, saya menurut. Pulanglah saya.

Lusanya (Kamis, 10 Maret), saya datang lagi sesuai jam yang tertulis di surat keterangan saya. Saya ke TU menukar surat keterangan kehilangan itu dengan berkas-berkas saya kemarin. Dari situ saya disuruh ke lantai dua, tempat awal saya mendapatkan formulir. Saya kasih semua berkas saya lalu saya dapat nomor antrian lagi, tapi kali ini BPKB saya dikembalikan. KTP ditahan. Setelah itu saya disuruh kembali lagi Sabtu. Hlooo…

Saya pikir STNK saya bakal jadi hari Kamis itu lha ternyata saya datang hanya untuk mengambil berkas di TU dan menyerahkannya ke lantai dua. Ealah pak… Yang kasihan itu ada bapak-bapak tua jauh-jauh dari Pamulang hanya untuk “mengantarkan berkas dari TU ke lantai dua”. Menurut saya, ini nggak praktis sih. Ya, walaupun saya nggak tahu mungkin memang sudah prosedurnya seperti ini. Tapi, tetap saja.

Sabtu saya datang lagi. Semua berkas saya dikembalikan (termasuk KTP asli saya yang ditahan). Saya disuruh ke lantai tiga, mereka menyebutnya SKP. Di sana, saya lagi-lagi menyerahkan semua berkas kemudian menunggu dipanggil sekitar 5 menit. Berkas-berkas akan dikembalikan plus saya mendapatkan kertas kuning berisi jumlah pajak yang harus saya bayar. Kemudian saya diminta ke loket Jasa Raharja untuk membayar asuransi. Habis itu saya antre di loket pembayaran lantai 3 (letaknya persis di depan loket SKP) di sini barulah saya bayar sejumlah Rp308.000 (SKP & Jasa Raharja). Selesai dibayar saya turun ke lantai dua untuk menyerahkan berkas-berkas tadi. Menunggu sekitar 10 menit, nomor TNKB saya dipanggil. Di bagian ini, menurut saya. kita harus aktif menanyakan apakah berkas kita sudah selesai diproses atau belum. Tenang saja, petugasnya nggak akan marah kok. Setelah saya selesai di bagian ini saya diminta membayar di loket pembayaran persis di sebelahnya. Jumlah yang harus saya bayar Rp333.000. Lumayan yah…

Akhirnya, saya mendapatkan bukti pembayaran. Berkas-berkas yang tadi dikasih ke loket nggak akan dikembalikan, namun saya mendapat selembar kertas bukti bayar lalu saya disuruh ke loket paling pojok. Di loket paling pojok ini, taruh saja kertas bukti bayar itu di tray kayu yang sudah disediakan. Petugas akan mengambil dan memprosesnya. Sekitar 15 menit saya dipanggil dan diberikan 2 lembar kertas panjang warna biru (STNK) dan coklat (pajak). Yeay, STNK saya akhirnya jadi!!!

Saya pun pulang dengan wajah riang, berharap di jalan nggak lagi-lagi kena tilang


Info:

  • Petugas di Samsat Jaksel ini friendly dan cukup humoris. Sehingga saya merasa terbantu dan berterima kasih sekali atas pelayanannya. Bukan imej kaku dan gahar yang saya temui, namun imej kekeluargaan. Cuma ya itu, ada prosedur-prosedur yang menurut saya masih kurang praktis. But, overall, its is okay lah ngurus STNK sendiri.
  • Meskipun tertulis biaya pembuatan STNK hanya Rp50.0000 jangan terkecoh. Ya, benar itu biayanya. Namun saat pembuatan, bukan biaya itu saja yang ditagih. Ada melainkan juga biaya-biaya lain seperti pajak dan denda. Dendanya sih nggak terlalu besar. Saya telat bayar setahun hanya kena denda Rp46.000.
  • Setelah sukses mengurus surat tilang dan STNK sendiri (tanpa calo!) saya berencana mengurus SIM sendiri. Doakan saya ya semoga lancar 😀
Advertisements

4 thoughts on “Mengurus Sendiri STNK Hilang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s